Kasus Penipuan #Akumobil Bermodus Flash Sale Mobil 50 Jutaan: Sebuah Pelajaran Bagi Blogger, Buzzer dan Influencer

akumobil

Di timeline saya sedang hangat-hangatnya pembicaraan mengenai kasus penipuan #Akumobil. Bagaimana dengan timeline teman-teman? Jangan-jangan hanya saya nih yang membahas Akumobil? Mungkin timeline kita memang berbeda. Tidak apa-apa. Kalau sama ya gak seru donk, infonya jadi seragam 🙂

Memangnya #Akumobil itu apa sih?

Kalau ada yang merasa di timelinenya pernah melihat info flash sale mobil seharga 50 juta rupiah saja… Yaaaa! Akumobil itulah yang saya maksud.

Jadi di awal perkenalannya nih, Akumobil ini menyatakan diri sebagai Dealer Digital yang menyediakan semua merk mobil dengan beragam kemudahan.

Perkenalan Akumobil yang dimuat di media

Pernyataan Akumobil ini saya dapatkan dari BERITA PERTAMA TENTANG AKUMOBIL YANG DIMUAT MEDIA, yaitu di Warta Ekonomi dengan judul berita “Bidik Pasar Bandung, Akumobil MotorShow Tawarkan Mobil Baru Cuma Rp50 Juta” dan dimuat pada tanggal 18 Juni 2019 (https://www.wartaekonomi.co.id/read232527/bidik-pasar-bandung-akumobil-motorshow-tawarkan-mobil-baru-cuma-rp50-juta.html).

Kalau ada teman-teman yang menemukan berita tentang Akumobil yang keluar lebih dahulu dibanding berita dari Warta Ekonomi di atas, silakan tinggalkan komentar beserta link beritanya agar saya bisa mengoreksi pernyataan ini.

Masih dari berita yang sama, disebutkan juga kalau Akumobil akan menggelar event Akumobil MotorShow di area Atrium Utama Trans Studio Mall pada tanggal 17 – 23 Juni 2019, di mana pada acara tersebut masyarakat bisa mengunjungi area Exhibition Akumobil Motorshow dan mendapatkan RATUSAN mobil baru HANYA SEHARGA 50 JUTA dalam program flash sale selama periode exhibition.

Gimana, setelah melihat foto ini, makin familiar sama Anji… eh, Akumobil?

Wow. Menarik ya? Ratusan mobil lho yang keluar. Tapi…. sebentar. Akumobil ini anak perusahannya siapa? Masih baru tapi sudah berani “bakar uang” ratusan milyar? Siapa investornya? Entahlah.

Yang saya bahas di tulisan ini, bukan bagaimana modus penipuan yang dilakukan Akumobil. Karena yang saya lihat, ini sih penipuan model lama, hanya saja kemasannya lebih canggih. Dibungkus pameran di mall besar dan didukung artis-artis nasional.

Khusus kasus Akumobil, saya percayakan saja pembahasan kronologis, modus dan sebagainya ke IG: @pengamatotomotif.

Yang ingin saya bahas di sini adalah bagaimana profesi blogger, buzzer maupun influencer bisa dengan mudah dimanfaatkan oleh para pelaku kejahatan seperti ini. Sudah terlalu banyak contohnya, GanSis.

Kalau sama yang dulu-dulu sih, ada 3 yang masih saya ingat.

1. Abu Tours dengan lomba blognya.

Kalau saya tidak salah ingat, Abu Tours sempat mengadakan 2x lomba blog dan 1x lomba vlog (tolong koreksi jika saya salah). Lomba blog pertama diadakan di akhir tahun 2016. Sementara lomba blog kedua diadakan di bulan Ramadhan 2017.

Yang harus diangkat sebagai tema: “Umroh MURAH”
Status Abu Tours saat itu: RESMI terdaftar di Kemenag.

“Penipuan” Abu Tours terungkap di awal tahun 2018, saat itu diketahui kalau puluhan ribu jemaah yang terdaftar sejak 2017 belum juga diberangkatkan (Sumber : https://tirto.id/gagal-berangkatkan-jemaah-umrah-kantor-abu-tour-digeledah-polisi-cGBA)

Coba bayangkan, dengan lomba blog yang diadakan oleh Abu Tours, ada berapa puluh tulisan yang nangkring di Google???

Berapa ratus bahkan ribu orang yang mungkin saja jadi merasa lebih yakin memilih Abu Tours kemudian mendaftar jadi jemaah setelah membaca tulisan-tulisan yang diikutkan lomba? Wallahu alam.

Kasus Abu Tours menjadi yang paling besar dalam sejarah dalam penipuan umrah, jumlah kerugian mencapai 1.2T sementara aset hanya 250M.

2. SBL dengan job reviewnya

Sepertinya tidak banyak memang yang mendapatkan tugas mengulas SBL di pertengahan 2016.

Yang diangkat sebagai tema (lagi-lagi) adalah : “Umroh MURAH”.
Status SBL saat itu: RESMI terdaftar di Kemenag.

Sejak 2016 sampai 2018, ada sekitar 13 ribu orang jemaah yang belum diberangkatkan dengan total dana dari seluruh jemaah (30ribu orang) sebesar 900M.

Ada berapa puluh/ratus/bahkan ribu orang yang terpikat dengan tulisan kita sehingga juga memutuskan untuk menjadi jemaah SBL? Wallahu alam.

Dan ini yang terakhir… semoga memang benar ini adalah yang terakhir

3. Flash sale #Akumobil 50 jutaan yang dibantu dengan publikasi di medsos.

Hanya dalam kurun waktu kurang dari 2 bulan, Akumobil mengadakan flashsale di berbagai tempat di Bandung dan Cirebon yang dibantu publikasinya melalui kekuatan jari netijen alias medsos.

Yang harus diangkat sebagai tema acara adalah : “Mobil MURAH”
Status Akumobil saat itu: TIDAK JELAS.

Ya, tidak jelas. Karena OJK baru merilis Akumobil sebagai investasi ilegal pada tanggal 2 Agustus 2019, setelah mendapat banyak laporan dari masyarakat.

Sumber

  1. Berita : https://www.cnbcindonesia.com/investment/20190802114242-21-89350/jangan-ketipu-ini-daftar-14-investasi-ilegal-yang-ditutup)

2. OJK

OJK: https://www.ojk.go.id/id/berita-dan-kegiatan/siaran-pers/Pages/Siaran-Pers-OJK-dan-Bareskrim-Polri-Sepakat-Berantas-Fintech-Peer-To-Peer-Lending-Ilegal-dan-Investasi-Ilegal.aspx

Lampiran OJK: https://www.ojk.go.id/id/berita-dan-kegiatan/siaran-pers/Documents/Pages/Siaran-Pers-OJK-dan-Bareskrim-Polri-Sepakat-Berantas-Fintech-Peer-To-Peer-Lending-Ilegal-dan-Investasi-Ilegal/Lampiran%20Siaran%20Pers%20%20-%2014%20Investasi%20Ilegal.pdf

Dari surat yang dikeluarkan oleh SWI per tanggal 17 September ini bisa dilihat kalau ada perubahan-perubahan terkait skema bisnis Akumobil.

Sumber : Istimewa

Sementara 7 Oktober 2019 Akumobil mendapat izin dari Kementrian Perdagangan melalui perijinan Online Single Submission (OSS) seperti yang telah disebutkan di point 2 Tindak Lanjut Hasil Rapat SWI per tanggal 17 September 2019 (Sumber: https://www.pikiran-rakyat.com/bandung-raya/2019/11/05/posko-pelaporan-penipuan-akumobil-sudah-data-350-korban)

Jadi, selama berlangsungnya event-event besar yang diadakan oleh Akumobil, Akumobil saat itu memang tidak memiliki izin apapun. Hanya berupa klaim Akumobil sendiri dan rilis yang dimuat di media (rilis pun hanya berdasarkan klaim sendiri).

Berapa jumlah peserta yang berhasil “terjaring” flash sale Akumobil? Ada lebih dari 2000 peserta/pembeli kendaraan baik mobil baru, mobil second, maupun sepeda motor.

Berapa total hasil penjualan melalui flash sale? Dari hasil perhitungan @pengamatotomotif, hasil penjualan melalui flash sale selama kurang dari 2 bulan ini mencapai 300M.

Berapa orang yang tertarik melihat postingan kita kemudian datang ke lokasi dan akhirnya mengikuti acara flash sale tersebut? Wallahu alam.

Yang jelas netijen dengan followers sarebuan seperti saya sih gak bakal diajakan-ajakan acan. Siapa juga yang mau lihat apalagi terpikat sama postingan netijen followers sarebuan? Hahahaha

Di bulan Agustus, Radar Bandung memberitakan bahwa dari 1000 orang konsumen Akumobil, hanya 100 orang yang mendapatkan haknya. (Sumber : https://www.radarbandung.id/news/nasional-news/2019/08/26/dari-1-000-baru-100-unit-mobil-yang-diterima-konsumen-akumobil/)

Duh!!!

“Tapi kan saya mah gak ada niat nipu? Cuma niat kerja, bantuin teman dan tentu saja yang utama mah bantu keluarga”

Justru di situlah “titik kelemahan” kita. Niat baik ini yang dimanfaatkan oleh para pelaku kejahatan.

Di kasus Abu Tours dan SBL yang sudah jelas memiliki izin dan terdaftar di Kemenag (saya tahu ini karena sempat ingin mengikuti lomba blognya dan seperti biasa… hanya berujung di draft hahaha), mungkin tadinya hanya berupa mismanajemen yang mengakibatkan gagal berangkatnya ribuan jemaah. Artinya, mungkin saja ketika lomba diadakan memang tidak ada niat untuk menipu ribuan jemaah.

Walaupun sebenarnya promo menjual paket “Umroh Murah” dalam jumlah yang banyak dengan harga yang jauh di bawah standar ini patut dicurigai sebagai skema ponzi: masuk dua/tiga, keluar satu. Yang diuntungkan yang berada urutan awal. Sementara yang ada di urutan belakang apalagi paling akhir, biasanya tidak mendapat apa-apa.

Sementara di kasus Akumobil, GanSis… andai saja kita jeli, sedari awal harusnya sudah tercium modus dan niatnya untuk menipu. Ada banyak sekali kejanggalan Akumobil.

Yang pertama, nama Akumobil ini baru muncul di media pertengahan tahun, hanya beberapa hari sebelum bahkan bertepatan dengan flash sale pertama di mall dimulai seperti yang sudah saya tuliskan di atas.

Sebelumnya tidak ada yang memberitakan tentang Akumobil. Fanspage dan domainnya baru dibuat bulan Februari 2019.

Yang kedua, di perkenalan awalnya, Akumobil mengaku sebagai DEALER DIGITAL. Sementara di webnya sama sekali tidak ada aktivitas jual beli. Boro-boro aktivitas jual beli, itu yang ada di webnya ibaratnya cuma ada kesed Welcome doank. Aplikasi? Jangan harap bisa nemu.

Tampilan depan web Akumobil

Yang ketiga dan sebenarnya di sini kuncinya, program dan harga yang ditawarkan Akumobil sangat tidak masuk akal. Sedari awal Akumobil yang tidak memiliki rekam jejak yang jelas berani mengeluarkan “Mobil Murah”, berkali-kali flash sale dengan total pemenang ratusan orang.

“Tapi kan ada yang menang?”

Ya… benar. Tentu saja ada yang menang. Di kasus First Travel, Abu Tours dan banyak kasus “penipuan umroh” lain juga kan ada yang berangkat. Kalau dari awal gak ada yang benar-benar menang atau berangkat, memangnya siapa yang mau terpikat?

Apalagi seperti Akumobil ini yang acaranya sangat tidak masuk akal.

Di marketplace sering mengadakan flash sale HP gak sampai setengah harga dengan stok yang terbatas… itu pun kadang jadi HP ghoib. Ini acaranya flash sale mobil, setengah bahkan sepertiga harga. Gak cuma 1 unit, tapi ratusan tiap kali flash sale. Kalau dipikir-pikir, itu logikanya dari mana?

Andai saja ini gak keburu ramai sampai masuk TV segala, korban pasti makin banyak. Karena rencananya Akumobil akan mengadakan flash sale bergiliran di berbagai kota. Setelah beberapa kali di Bandung dan Cirebon, masih ada Tasik, Semarang, Solo, Jogja, Surabaya, Denpasar, sampai Samarinda. Di bulan Januari 2020 rencananya event besar di Jakarta…

Bayangkan berapa banyak teman-teman blogger, buzzer, influencer yang mungkin gak sengaja “tergusur” kasus ini karena isi form pendaftaran atau karena diajakin teman.

Untungnya setelah berbulan-bulan makan janji (dan setelah kasus ini ramai pun, masih ada yang berharap mobilnya datang), para korban Akumobil yang di Bandung memutuskan ambil jalan keluar : BAKARRRR… eh, RAMAIKAN!!!

Iya, benar. Orang-orang kita memang sudah terlampau biasa dikasih harga yang gak masuk akal. Misal, Bukalapak dengan Mini Cooper 12 ribunya. Atau Seva.id yang pernah melakukan flash sale mobil, juga senilai 50 juta. (Cung yang pernah dapet content placement dari Seva? *saya ngacung duluan 🤣🤣🤣).

Nah, sekelas marketplace resmi dari Astra seperti Seva.id saja hanya berani flash sale 2 mobil per 2 bulan. Ini “perusahaan” baru yang entah investornya siapa, anak perusahaan yang mana, berani mengeluarkan ratusan unit tiap kali flash sale? Serius???

Kalau menurut kita sudah gak masuk akal kayak gini, masa iya kita tega membuat orang lain berpikir yang tadinya gak masuk akal jadi masuk akal?

Kita sih enak, paling tinggal hapus postingan. Beres. Anggap saja gak pernah ikut kampanye.

Orang lain yang jadi korban bisa sampai sakit berbulan-bulan karena kehilangan uang.

Ya meskipun keputusan jadi “korban” itu ada di tangan mereka sendiri, tapi kan kita membantu membagikan informasinya dan membuat mereka yakin dengan informasi yang kita bagikan.

Jika sebagai netijen yang budiman, Indihome lambat sedikit saja seperti kemarin kita bisa membuatnya menjadi trending topic di Twitter. Maka alangkah baiknya jika mendapatkan tawaran pekerjaan, kita juga bisa meluangkan sedikit waktu saja buat mencari informasi mengenai produk maupun acara yang akan kita bagikan ke publik.

Ke depannya, jika teman-teman mendapatkan tawaran pekerjaan yang berurusan dengan “pengumpulan dana” alias duit, dalam bentuk apapun, bisa dicek di OJK. Di sana ada banyak daftar investasi legal maupun ilegal yang direlease OJK dan bisa diakses bebas oleh publik. Jangan lupa, pastikan juga penyelenggara terdaftar di LPS alias Lembaga Penjamin Simpanan. Ceknya di sini https://www.lps.go.id/, terdaftar tidak? Ini bisa diakses oleh umum koq.

Kalau legal dan terdaftar, cek lagi riwayat dan testimoninya.

Kalau sudah jelas2 masuk daftar ilegal, ya sudah mundur saja.

Tapi sekiranya meragukan, tidak ada di daftar legal maupun ilegal seperti di kasus Akumobil kemarin ketika mengadakan flash sale, TINGGALIN SEKARANG JUGA!

Bodo amat sama bantuin teman atau keluarga. Jalan buat nyari rejeki masih banyak. Galak amat ya? Iya. Soalnya kalau sudah kejadian kayak Akumobil gini repot, GanSis.

Selain gak enak koq kita yang gak tahu apa-apa tiba-tiba di postingan yang kita share banyak yang meninggalkan komentar “Gimana, bu? Enak ya mobilnya? Kasihan tuh banyak yang ketipu“, dari berita yang saya baca : Polisi juga menggandeng Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) guna menelusuri dana nasabah yang keluar.

Hadeuuuh… gimana kalau penelusuran dananya sampai juga ke rekening kita? Darimana lagi fee yang kita terima kalau bukan dari dana nasabah? Kan serem. Katempuhan buntut maung itu namanya.

Jadi sekali lagi… hati-hati, hati-hati, hati-hati saat menyebarkan informasi mengenai sebuah produk/acara (loh… itu tiga kali ya? :D)

Bukan tidak mungkin sih nanti (mudah-mudahan jangan) akan ada lagi modus penipuan besar-besaran seperti ini dengan kemasan yang berbeda dan mungkin saja akan meminta bantuan blogger, buzzer, maupun influencer.

Ketika kelak modus seperti ini datang ke hadapan teman-teman, saya harap teman-teman sudah tahu apa yang harus dilakukan.

Semoga ini bisa dijadikan pelajaran ya. Cukup di Akumobil. Cukup sampai di sini…




2 thoughts on “Kasus Penipuan #Akumobil Bermodus Flash Sale Mobil 50 Jutaan: Sebuah Pelajaran Bagi Blogger, Buzzer dan Influencer”

  1. Seriusan Teh, aku jadi mikir banget gara-gara kasus ini. Meskipun aku sepi job 😀 tapi kan content placement lumayan banyak. Dan kalo saldo lagi musim kemarau, sering jadi lupa mikir :'( Kalo lomba blog aku mah teteup … sakumaha hidayah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *